Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Pesawat Air India Ditabrak Burung, Tetap Terbang meski Mesin Rusak

Pesawat Air India Ditabrak
Shoppe Mall

Pesawat Air India Ditabrak Tetap Terbang: Keberanian atau Pelanggaran Prosedur?

Jangkauan Jakarta Barat – Pesawat Air India Ditabrak Sebuah insiden tak biasa menimpa penerbangan maskapai nasional Air India. Pesawat komersial yang sedang dalam penerbangan domestik mengalami serangan burung (bird strike) sesaat setelah lepas landas. Salah satu mesin pesawat dilaporkan rusak, namun pilot memilih melanjutkan penerbangan ke tujuan akhir. Keputusan ini memicu perdebatan tentang protokol keselamatan dan standar operasional penerbangan.

Insiden terjadi pada Senin pagi (7/10/2025) saat pesawat jenis Airbus A320 itu mengudara dari Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, menuju Bandara Chhatrapati Shivaji, Mumbai. Tak lama setelah tinggal landas, pesawat menabrak sekumpulan burung besar — menyebabkan salah satu mesin mengeluarkan suara keras dan percikan api.

Shoppe Mall

Mesin Rusak, Tapi Pesawat Tak Mendarat Darurat

Menurut laporan awal dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA), burung masuk ke dalam mesin sebelah kiri, yang menyebabkan mesin tersebut kehilangan daya. Namun, pilot tidak memutuskan untuk kembali ke bandara asal atau melakukan pendaratan darurat, melainkan melanjutkan penerbangan menggunakan satu mesin hingga mendarat dengan selamat di Mumbai.

Pilot dilatih untuk menghadapi situasi seperti ini. Pesawat twin-engine seperti A320 dirancang untuk bisa terbang dengan satu mesin dalam keadaan darurat,” ujar seorang juru bicara Air India dalam konferensi pers singkat.

Meski mendarat tanpa insiden di Mumbai, keputusan pilot tetap menuai perhatian. Apakah itu pilihan bijak atau justru berisiko?Tabrakan Dengan Burung Elang, Pesawat Ini Mendarat Darurat, 108 Penumpang  Selamat - Posbelitung.co

Baca Juga: PM Italia Terseret Tuduhan Genosida di Gaza, Dilaporkan ke ICC

Pakar: Bisa Terbang, Tapi Bukan Tanpa Risiko

Pakar keselamatan penerbangan, Kapten Ramesh Chandar, menilai keputusan pilot secara teknis tidak melanggar prosedur, namun tetap perlu dievaluasi dari segi risiko.

Benar bahwa A320 bisa terbang dengan satu mesin, namun setiap kejadian bird strike wajib ditangani dengan sangat hati-hati. Idealnya, pilot mempertimbangkan mendarat secepat mungkin,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa bird strike dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah dari yang tampak. Misalnya, serpihan burung dapat merusak baling-baling mesin internal, atau bahkan menyebabkan kebakaran mesin tertunda.

Pesawat Air India Ditabrak Penumpang Tak Menyadari Bahaya

Sejumlah penumpang mengaku tidak menyadari bahwa pesawat mengalami kerusakan mesin selama penerbangan. Salah satu penumpang, Priya Mehta, mengatakan bahwa penerbangan berlangsung normal, meski sempat terdengar bunyi keras tak lama setelah take-off.

Saya pikir itu hanya turbulensi atau hal biasa. Kami baru tahu saat mendarat bahwa ada insiden burung menabrak mesin,” ungkapnya.

Hal ini memunculkan pertanyaan baru: apakah penumpang seharusnya diinformasikan saat kejadian darurat teknis seperti ini?

Penyelidikan Resmi Dilakukan

DGCA telah mengkonfirmasi bahwa mereka meluncurkan penyelidikan resmi atas insiden ini. Kotak hitam dan rekaman percakapan kokpit akan diperiksa untuk memastikan apakah prosedur telah dijalankan sesuai aturan.

Kami akan memeriksa apakah keputusan pilot sesuai dengan manual operasional. Jika ada kelalaian, tindakan akan diambil,” kata pejabat DGCA dalam pernyataan tertulis.

Penutup: Antara Keahlian dan Prosedur

Insiden ini membuka kembali diskusi lama tentang batas antara profesionalisme pilot dan kepatuhan mutlak terhadap protokol keselamatan. Meskipun pesawat Air India mendarat dengan selamat dan tidak ada korban, keputusan untuk tetap terbang dengan satu mesin dalam kondisi darurat tetap menjadi bahan evaluasi penting bagi dunia penerbangan.

Ke depan, otoritas dan maskapai perlu mempertegas prosedur tanggap darurat, memastikan bahwa keputusan di udara selalu mengutamakan keselamatan sebagai prioritas mutlak, bukan efisiensi atau jadwal.

Shoppe Mall