Pedagang se Jakarta Deklarasi Tolak Raperda KTR: Khawatir Ancam Mata Pencaharian
Jangkauan Jakarta Barat – Pedagang se Jakarta dari berbagai wilayah di DKI Jakarta menggelar deklarasi penolakan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Suara Pedagang: Raperda KTR Dinilai Tidak Berpihak pada Rakyat Kecil
Dalam pernyataan sikapnya, para pedagang menyampaikan bahwa keberadaan Raperda KTR dikhawatirkan akan membatasi ruang mereka untuk berjualan, terutama karena banyak tempat umum akan dikategorikan sebagai area bebas rokok,
Ini sangat tidak adil,” ujar Darto, salah satu perwakilan pedagang dari Jakarta Timur.
Pedagang se Jakarta Bentuk Aksi Damai dan Pernyataan Sikap
Para pedagang membawa spanduk bertuliskan “Tolak Raperda KTR”, dan menyerahkan pernyataan resmi kepada anggota dewan serta perwakilan Pemprov DKI Jakarta.
Mereka mendesak agar pemerintah mengkaji ulang Raperda tersebut dengan melibatkan pelaku usaha kecil dalam diskusi publik.
Kekhawatiran Soal Efek Domino Ekonomi
Selain ancaman terhadap pendapatan, pedagang juga khawatir aturan ini akan berdampak lebih luas, termasuk pada rantai distribusi barang, pemasok, hingga pekerja informal yang terkait dengan industri retail tembakau.
“Kami bukan mendorong orang untuk merokok. Tapi kami hanya ingin keadilan dalam kebijakan. Jangan sampai kebijakan yang katanya untuk kesehatan malah memiskinkan rakyat kecil,” kata Rina, pedagang warung di Jakarta Barat.
Pedagang se Jakarta Desakan Evaluasi dan Dialog Terbuka
Mereka menyatakan siap berdiskusi dan memberikan masukan yang solutif tanpa harus mengorbankan penghidupan mereka.
Penutup
Penolakan terhadap Raperda Kawasan Tanpa Rokok dari para pedagang se-Jakarta menjadi alarm penting bagi pembuat kebijakan.
Jakarta Timur – Pedagang dari berbagai kecamatan di Jakarta Timur berkumpul menyuarakan penolakan terhadap Raperda KTR. Mereka menganggap aturan tersebut terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan sektor informal yang menggantungkan hidup dari penjualan rokok legal.
Jangan hanya pikir soal larangan, pikir juga bagaimana kami cari makan,” ungkap Nurhasanah, pedagang warung.
Pedagang Protes Raperda KTR: “Kami Bukan Perokok, Tapi Kami Cari Nafkah dari Jualannya”
Jakarta Barat – Dalam sebuah forum warga, puluhan pedagang menyampaikan keresahan terhadap rencana pengesahan Raperda KTR. Mereka menegaskan bahwa meski bukan perokok, produk rokok tetap menjadi salah satu barang legal yang menyumbang penghasilan harian mereka.
Para pedagang menganggap kebijakan tersebut diskriminatif karena hanya menyasar sektor kecil, sementara industri besar rokok tetap berjalan.
Pedagang: Raperda KTR Hanya Menguntungkan Retail Modern, Warung Rakyat Tertekan
Jakarta Selatan – Salah satu kritik tajam yang muncul dalam penolakan pedagang terhadap Raperda KTR adalah kekhawatiran bahwa aturan tersebut justru mematikan warung tradisional. Banyak yang menilai, pelarangan dan pembatasan penjualan rokok hanya akan mendorong konsumen beralih ke retail modern yang tetap bisa menjualnya dengan aturan lebih longgar.






