Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

KPK Tetapkan Wakil Ketua DPRD OKU Sumsel Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek di Dinas PUPR

Shoppe Mall

KPK Tetapkan Wakil Ketua & Beberapa Anggota DPRD OKU Sumsel Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek Dinas PUPR

Jangkauan Jakarta Barat — KPK Tetapkan Wakil Ketua  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan sejumlah pejabat dan legislator dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Komering Ulu (PUPR) Tahun Anggaran 2024-2025. 
Keterangan resmi menyebutkan bahwa selain Kepala Dinas PUPR, terdapat tiga anggota DPRD OKU yang terlibat—termasuk pejabat DPRD yang menjabat sebagai Ketua Komisi II dan Ketua Komisi III.


Kronologi Singkat Terungkapnya Kasus

Pada 15 Maret 2025, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten OKU yang menjerat delapan orang, termasuk pejabat daerah dan legislatif.

Shoppe Mall

Dalam operasi tersebut, barang bukti uang tunai senilai ± Rp 2,6 miliar disitaKasus ini bermula dari pembahasan RAPBD Kabupaten OKU TA 2025, di mana anggota DPRD diduga meminta jatah “pokok-pikiran” (pokir) senilai Rp 40 miliar yang kemudian diubah menjadi proyek fisik di Dinas PUPR.

Nilai anggaran Dinas PUPR yang dibahas juga naik secara signifikan dari Rp 48 miliar menjadi Rp 96 miliar — sebagai salah satu indikasi manipulasi pembiayaan. KPK Tetapkan Kadis PUPR-Anggota DPRD OKU Sumsel Sebagai Tersangka Suap -  Aktual.com


Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Berawan dan Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

Siapa Tersangkanya?

KPK menetapkan enam tersangka dalam perkara ini:

Nopriansyah, Kepala Dinas PUPR OKU

M Fahrudin, Ketua Komisi III DPRD OKU

Umi Hartati, Ketua Komisi II DPRD OKU

Ferlan Juliansyah, Anggota Komisi III DPRD OKU

Dua orang dari pihak swasta: M Fauzi alias Pablo dan Ahmad Sugeng Santoso sebagai pemberi suap.


Modus Operandi & Nilai Dugaan Suap

Anggota DPRD OKU diduga menagih jatah proyek fisik melalui “fee” sekitar 20% dari nilai proyek yang dialokasikan ke Dinas PUPR OKU.

Kepala Dinas PUPR selaku penerima menjanjikan sembilan proyek senilai miliaran rupiah kepada pihak swasta yang kemudian meminta fee dari proyek tersebut.


Implikasi dan Respons Pemerintah

KPK juga menyatakan akan mendalami keterlibatan pejabat lain, termasuk pihak eksekutif seperti bupati OKU.

Dari sisi pemerintahan daerah dan legislatif OKU, kasus ini menjadi perhatian besar karena mencoreng citra penganggaran publik dan kepercayaan masyarakat.


KPK Tetapkan Wakil Ketua Dampak Terhadap Publik dan Pembangunan Daerah

Kasus ini menggambarkan betapa rentannya sektor infrastruktur terhadap korupsi—dengan nilai proyek besar dan banyak pihak yang berkepentingan.

Setiap proyek fisik di PUPR memiliki implikasi langsung pada masyarakat: jalan, jembatan dan fasilitas publik—ketika anggaran bocor, maka kualitas pelayanan publik bisa menurun.

Masyarakat OKU memiliki hak untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas: misalnya publikasi daftar penerima proyek, nilai & realisasi fisik proyek.


KPK Tetapkan Wakil Ketua Tantangan Penindakan & Harapan ke Depan

Penuntutan harus menjangkau semua aktor kunci, bukan sekadar “tukang-tukang kecil”, agar efek jera benar-benar terbentuk.

Harus ada perbaikan sistem: mulai perencanaan anggaran, seleksi kontraktor, pelaksanaan proyek hingga audit independen.

Masyarakat dan media lokal memiliki peran besar dalam mengawasi proyek publik agar tak menjadi ladang korupsi.

Ketika pejabat publik terbukti melakukan korupsi, pemulihan kerugian negara dan reputasi publik menjadi faktor penting.

Shoppe Mall