Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Israel Gempur Gaza Lagi di Tengah Gencatan Senjata, 25 Orang Tewas

Shoppe Mall

Israel Gempur Gaza Lagi di Tengah Gencatan Senjata, 25 Orang Tewas

Jangkauan Jakarta Barat — Israel Gempur Gaza Serangan udara Israel di Jalur Gaza kembali menewaskan sedikitnya 25 warga Palestina, meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas baru berjalan sekitar enam minggu. Serangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perdamaian sementara bisa segera rapuh kembali.

Korban dan Lokasi Serangan

Berdasarkan laporan dari pertahanan sipil Gaza, korban tewas tersebar di beberapa titik. Sepuluh orang tewas di daerah Al-Zeitoun, Gaza City, yang merupakan kawasan padat penduduk dan tempat banyak pengungsi menumpang.

Shoppe Mall

Dua orang tewas di Shejaia, wilayah timur kota Gaza.

Sisanya meninggal dalam dua serangan terpisah di Khan Younis, kawasan selatan Gaza.

Beberapa korban adalah perempuan dan anak-anak, karena sebagian serangan mengenai bangunan tempat penampungan pengungsi.

Alasan Serangan Menurut Israel

Militer Israel menyatakan bahwa serangan itu dilancarkan sebagai respons atas tembakan yang diarahkan ke pasukan Israel di Gaza selatan. 
Menurut militer Israel, sasaran serangan adalah posisi-posisi yang diklaim milik Hamas, dan bukan serangan acak terhadap warga sipil. 
Pihak Israel menyebut akan terus melakukan operasi “untuk menumpas ancaman yang muncul”, sekalipun gencatan senjata sudah diumumkan.Saudi Kutuk Keras Serangan Israel ke Gaza, Anggap PBB Gagal Tangani Konflik

Baca Juga: RI Butuh Banyak Dokter Prabowo Janji Tambah Beasiswa

Israel Gempur Gaza Dampak terhadap Gencatan Senjata

Serangan ini menjadi salah satu hari paling mematikan sejak kesepakatan damai diberlakukan pada 10 Oktober 2025.

Meskipun gencatan senjata dimediasi oleh Amerika Serikat, tensi tetap tinggi dan kedua belah pihak saling tuduh melanggar kesepakatan.

Israel Gempur Gaza Krisis Kemanusiaan Terus Berlanjut

Intensitas serangan memaksa banyak keluarga yang baru kembali ke tempat tinggal mereka setelah gencatan senjata untuk kembali mengungsi, karena rasa aman belum pulih sepenuhnya.

Tim penyelamat lokal mengaku kewalahan karena peralatan dan persediaan medis sangat terbatas.

Korban tewas kemungkinan akan bertambah, karena beberapa tim penanganan darurat masih bekerja di daerah terdampak.

Reaksi Internasional

Serangan ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak yang menilai bahwa gencatan senjata yang seharusnya memberi rasa aman ternyata rapuh.

Lembaga kemanusiaan menyerukan tekanan internasional agar pihak-pihak yang terlibat menjunjung kembali kesepakatan gencatan senjata dan membuka akses bantuan yang lebih luas bagi penduduk Gaza.

Kesimpulan

Insiden kematian 25 warga Palestina dalam serangan Israel kali ini menjadi pertanda bahwa gencatan senjata di Gaza masih jauh dari stabil. Meski ada kesepakatan damai, realitas di lapangan menunjukkan bahwa risiko eskalasi selalu ada.

Shoppe Mall