Kunjungi Pasar Badung Gibran Bagi Amplop Celemek Bertulis ‘G’ ke Pedagang
Jangkauan Jakarta Barat – Kunjungi Pasar Badung Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Badung, salah satu pasar tradisional terbesar di Bali, pada hari Senin (12/2). Dalam kunjungan tersebut, Gibran terlihat membagikan amplop yang cukup unik kepada para pedagang, yakni amplop celengan bertuliskan “G” yang berisi uang tunai. Aksi ini menarik perhatian masyarakat dan pedagang di pasar, yang menganggapnya sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada mereka.
Gibran Menyapa Pedagang dengan Sederhana
Setibanya di Pasar Badung, Gibran langsung menyapa sejumlah pedagang yang sedang sibuk dengan aktivitas jual beli. Dengan mengenakan pakaian sederhana, Gibran berbincang akrab dengan para pedagang dan mendengarkan keluhan mereka tentang kondisi pasar, serta harapan-harapan mereka terhadap pemerintah kota.
Sambil berbincang, Gibran membagikan amplop-amplop bertuliskan huruf ‘G’ yang memuat sejumlah uang. Amplop yang dibagikan ini sempat menarik perhatian, mengingat di luar isi amplop, celengan itu bertuliskan nama “G” yang dianggap sebagai singkatan dari Gibran. Hal ini tentu menambah suasana kekeluargaan di tengah pasar yang sibuk.
“Ini hanya sedikit perhatian saya kepada para pedagang. Mereka adalah pahlawan ekonomi kita, yang setiap hari berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masyarakat. Saya ingin mereka merasa dihargai,” ujar Gibran saat membagikan amplop kepada pedagang.
Kunjungi Pasar Badung Dukungan Terhadap Pedagang Pasar Tradisional
Pasar Badung adalah salah satu ikon ekonomi tradisional di Bali yang memiliki sejarah panjang. Sebagai tempat transaksi harian bagi banyak warga lokal dan wisatawan, pasar ini sering kali menjadi pusat kegiatan perekonomian rakyat kecil.
“Saya ingin memastikan bahwa pasar tradisional tetap hidup, karena ini adalah bagian dari identitas dan ekonomi lokal. Saya juga ingin memastikan bahwa pedagang bisa berjualan dengan nyaman, mendapat perhatian yang layak, dan mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang,” lanjutnya.
Gibran mengungkapkan bahwa pemerintah kota Surakarta, tempatnya menjabat sebagai wali kota, terus berupaya mendukung sektor ekonomi rakyat melalui kebijakan yang memudahkan pedagang kecil, termasuk pemberian bantuan modal dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk mereka.
Baca Juga: Waka MPR Bicara Pentingnya Peningkatan Literasi Generasi Penerus
Amplop Bertuliskan ‘G’: Simbol Kepedulian
Amplop yang dibagikan Gibran menjadi simbol perhatian pribadi terhadap pedagang kecil, dan beberapa di antaranya langsung mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kunjungan tersebut. Beberapa pedagang bahkan terlihat terharu dan mengungkapkan harapan agar lebih banyak pemimpin daerah yang mengikuti jejak Gibran dalam memberikan perhatian langsung kepada mereka.
“Alhamdulillah, amplop ini sangat berarti. Kami tidak mengharapkan banyak, tapi niat baik seperti ini sangat kami hargai. Semoga terus ada perhatian kepada kami, terutama dalam kondisi pasar yang kadang sulit ini,” ujar salah satu pedagang sayuran, Made, dengan senyum di wajahnya.
Bagi Gibran, pembagian amplop ini bukanlah sekadar aksi simbolis. Ia ingin menunjukkan bahwa setiap pemimpin, baik di tingkat kota maupun daerah lainnya, harus mendekatkan diri dengan masyarakat kecil.
Menjaga Keberlanjutan Pasar Tradisional
Lebih lanjut, Gibran juga menyampaikan bahwa pasar tradisional memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, terutama bagi keluarga kecil dan pengusaha mikro. Oleh karena itu, ia berjanji akan terus memberikan dukungan terhadap sektor pasar tradisional di Surakarta dan daerah lainnya, agar bisa bersaing dengan perkembangan pasar modern, tanpa kehilangan karakter dan nilai-nilai lokal yang ada.
“Pasar tradisional harus tetap relevan, terutama dalam memberikan akses bagi masyarakat yang mengutamakan harga yang lebih terjangkau dan barang yang segar. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas pasar dan memberdayakan pedagang






